Pentingnya Mengetahui Pengertian Obat Herbal Terstandar

Masyarakat Indonesia telah menggunakan obat herbal selama puluhan tahun secara turun temurun. Obat herbal terstandar merupakan salah satu bentuk obat herbal yang aman dikonsumsi serta memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terdapat 3 jenis obat herbal di Indonesia yang terdiri dari Obat Tradisional seperti jamu, Fitofarmaka dan Obat Herbal Terstandar.  Sebelum dikonsumsi pahami dulu pengertian obat herbal terstandar. 

Obat Herbal Terstandar (OHT)

Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK 00.05.41.1384 tanggal 2 Maret 2005 tentang Kriteria dan tata laksana pendaftaran obat tradisional, Obat Herbal Terstandar dan fitofarmaka. OHT adalah obat yang terbuat dari bahan alami yang sudah dibuktikan khasiat dan keamanannya dengan melakukan uji praklinik secara ilmiah serta menggunakan bahan baku yang telah distandarisasi.

Kriteria Obat Herbal Terstandar

Berdasarkan pengertian obat herbal terstandar, terdapat beberapa kriteria yang harus dimiliki OHT:

  1. Aman dikonsumsi sesuai persyaratan yang ada
  2. Bahan baku produk telah melalui standarisasi
  3. Khasiat dibuktikan melalui proses ilmiah yang terpercaya
  4. Sesuai dengan persyaratan mutu dan kualitas yang berlaku.

Beberapa obat herbal terstandar yang beredar di Indonesia dan telah mendapatkan ijin BPOM antara lain Alamsari Temulawak dan Tieh Ta Wan. Sejauh ini sudah terdapat kurang lebih 62 obat herbal terstandar yang diakui BPOM dan dipercaya akan terus bertambah mengingat Indonesia memiliki ribuan spesies tumbuhan yang memiliki khasiat obat.

Perbedaan OHT, Obat Tradisional dan Fitofarmaka

Obat tradisional merupakan ramuan dari berbagai bahan baku berupa tumbuhan, bahan mineral, bahan hewan dan galenik. Serta campuran dari beberapa bahan yang telah digunakan secara turun temurun untuk tujuan pengobatan serta sebagai suatu budaya dan norma dalam masyarakat contohnya seperti jamu. Sedangkan fitofarmaka sudah melalui uji klinis dan menggunakan bahan baku yang terstandarisasi.

Jika dibandingkan dengan obat tradisional seperti jamu, OHT dan fitofarmaka memiliki tingkat keamanan yang lebih baik. Obat tradisional yang diuji praklinis disebut dengan Obat herbal terstandar. Sedangkan obat tradisional yang telah melalui uji praklinis dan uji klinis disebut dengan fitofarmaka.

Itu dia pengertian obat herbal terstandar serta perbedaannya dengan jenis obat herbal lainnya. Sinar Herba Radix merupakan salah satu produsen obat herbal yang sudah terpercaya. Terdapat berbagai obat herbal yang bisa anda dapatkan dari Sinar Herba Radix.

About Lome

Check Also

Memanfaatkan Media Sosial untuk Branding Bisnis Saat Pandemi

Selama enam bulan terakhir, pandemi virus corona sudah merubah pola kehidupan masyarakat di bermacam bidang, …