Membuat tinjauan pustaka ilmiah skripsi

Mengutip dan merujuk merupakan suatu tindakan subyektif yang sarat beban moral. Ilmuwan sebagai penulis menghasilkan referensi, dan sebagai pembaca dan pengulas, mereka menilai dan mengevaluasi referensi. Menghasilkan dan mengevaluasi referensi merupakan proses yang berbeda, yang membutuhkan tanggung jawab yang berbeda.[1] Kapan kita boleh berhenti melakukan tinjauan pustaka dan merasa apa yang kita tulis sudah cukup?

Saat artikel yang kita baca mulai mengulang-ulang hal yang sama. Bisa juga ketika penulis dan artikel yang kita kutip mulai terasa familiar.[2] Butuh bantuan merevisi tinjauan pustaka skripsi kedokteran? Hubungi kami: jasa tesis kedokteran

CANTUMKAN SITASI YANG RELEVAN

Pendahuluan yang mengarah ke pertanyaan penelitian, metode yang digunakan, alat dan bahan yang dipakai, dan pembahasan hasil penelitian merupakan inti dari suatu tulisan ilmiah. Semuanya seringkali melibatkan rujukan pada penelitian terdahulu yang relevan. Jika tidak diberikan rujukan yang tepat maka dapat memberikan kesan seolah-olah publikasi yang dibuat adalah sumber original suatu ide, pertanyaan penelitian, metode, atau kritik.

Jika memang ada bagian yang original ya tidak apa-apa, namun jika tidak demikian adanya maka menjadi hal yang tidak pantas.[1] Bacalah tulisan original dari pakar yang teorinya kita pakai, bukan hanya pendapat orang lain mengenai teori tersebut. Kadang orang akan salah mengartikan maksud asli perumus suatu teori.

Sumber original umumnya lebih kaya penjelasan.[2] Kita bisa mengecualikan penggunaan kutipan ke sumber aslinya jika suatu fakta, temuan, atau metode sudah menjadi bagian dari kesepakatan ilmiah yang umum. Contohnya tidak wajib memberikan sitasi pada klaim bahwa DNA tersusun dari empat basa, atau tidak perlu mengutip Kjell Kleppe atau Kary Mullis setiap kali menggunakan PCR dalam metode penelitian.

Namun menentukan apakah suatu hal sudah masuk dalam kesepakatan ilmiah umum atau belum juga sulit, sehingga sedapat mungkin selalu sertakan sitasi yang relevan.[1]

BACALAH TULISAN YANG KAMU KUTIP

Jangan cuma ikut-ikutan. Tiap jurnal bisa dikutip untuk berbagai tujuan. Ada yang mengutip untuk variabel tertentu, metode tertentu, maupun hal tertentu. Siapa yang mengutip dan berapa jumlah kutipan tidak bisa menggambarkan kehebatan suatu naskah. Untuk memastikan apakah suatu naskah memang layak dikutip maka harus dibaca utuh. Juga harus dipastikan kualitas dan kredibilitas penulis, metode yang dipakai, hingga jurnal yang menerbitkannya sebelum menjadikannya sumber pada tulisan kita.[1] Jauhi plagiarisme. Setiap ide dan kalimat yang bukan buatanmu haruslah memiliki rujukan.[2]

PERCAYA DIRI

Percayalah pada dirimu sendiri sebelum mempercayai orang lain. Tandai hal-hal yang belum kamu pahami dari suatu literatur. Baca sumber lain dan cari penjelasan mengenai konsep atau istilah yang dipakai. Seiring waktu pemahamanmu akan suatu hal akan membaik sehingga tinjauanmu akan suatu literatur juga akan menjadi lebih baik ketika membacanya lagi.[2]

jasa skripsi tinjauan pustaka jakarta murah

MUNDUR UNTUK MAJU

  1. Gunakan database jurnal yang relevan.
  2. Gunakan berbagai variasi kata kunci yang relevan.
  3. Mulailah dari penelitian dan tinjauan pustaka terbaru, mundur ke publikasi dari tahun-tahun terdahulu, hingga menemukan karya ‘klasik’ atau yang dianggap paling penting dalam bidang yang kamu teliti.
  4. Temukan dan tandai penelitian yang bertentangan dengan hipotesis penelitianmu.
  5. Ketika sudah mulai menulis, carilah artikel yang baru terbit, cek daftar isi dari publikasi jurnal yang erat kaitannya dengan bidang yang kamu teliti. Pantau perkembangan topik penelitianmu.[2]

PEDOMAN TEKNIS PENGGUNAAN KATA

  1. Jangan menulis lebih dari 30 kata (kurang lebih 3 baris) untuk 1 kalimat. Kalimat panjang cenderung lebih sulit dipahami.
  2. Adverb adalah lawan dari verb. Adverbia seperti very, really, dan uniquely umumnya tidak penting digunakan. Pemilihan verb yang baik harusnya sudah mencukupi untuk menjelaskan keunggulan suatu hal.
  3. Adjective adalah lawan dari noun. Jika ada kata benda yang lebih sesuai maka gunakanlah, kurangi penggunaan kata sifat.[2]

About Lome

Check Also

Pentingnya Penggunaan Tiang Lampu Jalan

Jual tiang lampu – Lampu jalan merupakan suatu elemen yang krusial yang menciptakan keamanan pada …