Cara Pembibitan Cengkeh

Cara Pembibitan Cengkeh yang Benar dan Mudah Dilakukan!

Bibit yang akan ditanam pastinya yang menentukan berhasil atau gagalnya suatu tanaman. Bibit yang baik akan menghasilkan tanaman yang baik juga asal sayarat-syarat pemeliharaannya baik. Pembibitan tanaman cengkeh merupakan salah satu aspek dari teknis budidaya tanaman cengkeh yang akan menentukan keberhasilan penanaman cengkeh. Sebaliknya, meskipun bibitnya sudah baik, tetapi syarat yang lain belum terpenuhi maka tanaman akan merana. Lalu bagaimana cara pembibitan cengkeh yang benar? Simak penjelasannya di bawah ini!

Cara Pembibitan Cengkeh

1. Memilih Tanah atau Tempatnya

Selain memilih tanah yang subur, juga memerlukan lahan yang mudah untuk di airi terutama saat musim kemarau. Sebisa mungkin mencari tanah yang letaknya tidak miring, supaya memudahkan pembuangan air. Sebaiknya memilih tanah yang sedikit miring ke timur, supaya bisa menerima sinar matahari pagi.

Anda juga harus mencari lahan yang terlindung dari serangan angin kencang, maksudnya yaitu ada tanaman pelindungnya. Selain untuk melindungi dari angin kencang juga berfungsi untuk mematahkan jatuhnya air hujan dan juga menahan sinar matahari yang terik.

2. Memilih Biji yang akan Disemai

Jika anda belum memilih biji, hal pertaman yang harus dilakukan yaitu memilih pohon induk. Pohon induk yang dipiih harus memenuhi syarat seperti di bawah ini:

  • Yang sudah cukup usia atau umur, yang baik yaitu sudah mencapai umur lebih dari 14 tahun.
  • Yang hasil produksinya tinggi, baik kualitas dan juga kuantitasnya, seperti berbunga lebat dan juga baik mutunya (jenis unggul).
  • Keadaan pohon yang sehat, kelihatan subur dan juga menghijau, tahan terhadap hama dan juga penyakit, terutuma penyakit layu bujang.

Setelah memilih pohon induk yang sudah memenuhi syarat, selanjutnya ke step berikutnya yaitu memilih bijinya. Syarat biji cengkeh yang baik seperti di bawah ini:

  • Berwarna kuning muda dan juga tidak memiliki bercak kehitaman. Penggunaan biji yang memiliki bercak kehitaman atau berwarna hitam walaupun bisa tumbuh, tetapi tidak bisa menjadi bibit yang baik.
  • Ukuran besarnya normal, tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil.
  • Yang bernas atau berisi, untuk mengetahui biji yang berisi sebaiknya direndam di dalam air terlebih dahulu, biji yang mengapung sebaiknya dibuang sedangkan biji yang tenggelam diambil. Apabila ada biji yang tenggelam tetapi cacat atau mempunyai bercak kehitaman sebaiknya jangan digunakan.
  • Biji jangan sampai kering karena bisa mengakibatkan daya tumbuh yang kurang baik.
  • Semua biji yang sudah terpilih sebaiknya segera dikuliti dan juga disemaikan supaya tidak rusak dan juga pertumbuhannya merata.

3. Persemaian

Terdapat 2 macam penyemaian, yaitu:

A. Penyemaian Pendahuluan atau Perkecambahan

Sebelum anda menyemai, terlebih dahulu biji yang sudah terpilih peru dikecambahkan agar bibit-bibit bisa diseleksi lagi dan pertumbuhannya merata. Tempat perkecambahan umumnya menggunakan bak-bak dari pasangan batu merah atau menggunakan peti atau bisa juga menggunakan bedengan. Tempat perkecambahan harus diletakkan ditempat yang teduh untuk menjaga kelembaban dan juga untuk menahan percikan air hujan. Hal yang harus diperhatikan waktu menyemai yaitu:

  • Biji yang akan disemaikan harus dikupas kulitnya dengan hati-hati tidak boleh sampai rusak. Biji yang tidak dikupas bisa menyebabkan presentase tumbuhnya kurang dan lambat sehingga pertumbuhan bibit tidak akan merata.
  • Meletakkan biji tidak boleh terbalik, jika terbalik biasanya tumbuhnya akan membelok.
  • Ditempatkan pada tempat yang teduh supaya kelembaban bisa terjaga dan selalu lakukan penyiraman 2 sampai 3 kali sehari.
  • Penyiraman tidak boleh dilakukan secara langsung karena dapat merubah posisi biji. Jadi untuk melakukan kegiatan penyiraman, bibit yang sudah selesai ditanam lalu ditutup dengan karung sehingga penyiraman tidak akan terjadi secara langsung. Mengapa ditutup dengan karung? karena karung bisa lebih lama menahan air.
  • Jika biji-biji sudah mulai tumbuh (akar sudah mulai memanjang), semua karung bisa dibuka dan juga bisa dipindahkan ke persemaian selanjutnya.

B. Persemaian Tetap atau Persemaian Selanjutnya

Biji-biji cengkeh yang sudah tumbuh harus segera dipindahkan ke persemaian selanjutnya. Terdapat 2 fase pemindahannya, yaitu sebagai berikut:

  • Langsung dipindahkan ke dalam Bedengan

Cara pemutaran berdasarkan usia bibit yaitu: (i) bibit yang sudah berumur 1 tahun, putaran dibuat dengan kedalaman sekitar 20 cm dan diameternya 15 cm, (ii) bibit yang berusia 2 tahun, putaan dibuat dengan kedalaman 30 cm dan juga diameternya 20 cm.

  • Tidak Langsung dipindahkan

Persemaian bisa menggunakan keranjang, plupuh dan juga kantong plastik.

Demikianlah artikel mengenai cara pembibitan cengkeh. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Selamat mencoba dan selamat bercocok tanam!

About Lome

Check Also

Kegunaan Pelet Ikan Bagi Ikan yang Harus Anda Tahu

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang Kegunaan Pelet Ikan Bagi Ikan yang Harus …