Bisnis Penggemukan Domba untuk Hari Raya Idul Adha

Idul Adha adalah Hari Raya di dalam agama Islam yang terdapat terhadap tanggal 10 Djulhidjah untuk memperingati peristiwa kurban, yakni disaat Nabi Ibrahim bersedia mengobarkan putranya Isma’il sebagai bentuk kepatuhan terhadap Allah. Disebut terhitung sebagai puncaknya ibadah Haji yang dilakukan oleh umat muslim.

Lalu, kenapa di Hari Raya Idul Adha ini punyai prospek bisnis penggemukan domba yang menjanjikan?

Yang pertama, selagi hari Idul Adha umat islam yang berkecukupan dihimbau untuk menyembelih hewan kurban. Hewan kurban yang disembelih boleh berwujud unta, sapi, kambing, atau domba. Namun kebanyakan di Indonesia terhadap Idul Adha yang kerap disembelih adalah kambing, domba atau sapi.

Yang kedua, menurut information dari Kemedagri berkenaan persentasi pemeluk agama/kepercayaan di Indonesia (Juni 2021) membuktikan bahwa 86,88% masyarakat Indonesia beragama Islam. Sehingga pangsa pasar di dalam pemenuhan hewan kurban ini sangatlah besar dan tiap-tiap th. akan makin lama bertambah bersama dengan bersamaan meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat.

Yang ketiga, harga menjual dari hewan kurban domba droper selagi Idul Adha mampu naik hingga mencapai

30% dibandingkan hari biasa. Laba bersih yang mampu didapatkan berkisar pada Rp. 100.000 – Rp. 300.000 per ekor domba.

Dari penjelasan ketiga hal di atas sehingga sangatlah menjadi potensi yang menjanjikan bagi peternakan atau penggemukan domba untuk pemenuhan hewan kurban Hari Raya Idul Adha.

Bagaimana kiat di dalam bisnis penggemukan domba ini?

Ada lebih dari satu factor yang mampu memilih berhasilnya bisnis bisnis musiman ini. Mulai dari pemilihan system penggemukan, kualitas bakalan, managemen pakan dan selagi memulai pembesaran. Semua hal ini wajib dipersiapkan sebaik barangkali sehingga hasil yang didapatkan sesuai bersama dengan yang diharapkan.

Tingkat keberhasilan di dalam bisnis ini diukur sejauh mana peternak mampu menambah bobot berat domba terhadap era penggemukan. Dikatakan bahwa makin lama bertambah tinggi bobotnya, makin lama besar pula tingkat keuntungannya. Karena itu, tiap-tiap peternak wajib menyadari teknik penggemukan yang pas dan cepat sehingga hasilnya optimal.

Pemilihan bakalan jenis domba yang baik untuk digemukkan di antaranya domba ekor tipis, domba ekor gemuk, dan domba garut. Selain itu, tersedia domba texel wonosobo yang terhitung domba pedaging unggulan yang makin lama banyak dikembangbiakkan. Pertambahan bobot domba ekor tipis menggapai 100—120 gr/hari, domba garut 120—130 gr/hari, domba ekor gemuk menggapai 120—150 gr/hari. Sedangkan pertambahan bobot domba unggulan layaknya domba texel wonosobo mampu menggapai 200—250 gr/hari.

Selain dari segi managemen berternak, hal yang tidak kalah mutlak yakni pertanyaan

―Bagaimana kiat pemasarannya?

Dengan berkembangnya teknologi yang makin lama canggih, pemasaran hewan kurban benar-benar disarankan terhitung merambah ke dunia digital. Hal ini dilakukan sehingga makin lama luasnya cakupan pemasaran dari hewan kurban tersendiri. Selain itu, pemasaran melalui layaknya di showroom secara outdor untuk hewan hewan ternak ini sangatlah mutlak dimana konsumen mampu secara segera memilih sesuai yang diinginkan. Pemberlakuan penetapan kiat harga terhitung benar-benar dibutuhkan untuk menarik minat dari konsumen sendiri.

About Lome

Check Also

Memanfaatkan Media Sosial untuk Branding Bisnis Saat Pandemi

Selama enam bulan terakhir, pandemi virus corona sudah merubah pola kehidupan masyarakat di bermacam bidang, …